[GIFT] TO MY MOTHER

 
Pada pertengahan September 2012, saya sempat mengikuti Kursus Bordir yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja DIY. Lumayan, kursus gratis selama 30 hari malah dapat uang saku, kapan lagi ...??? Jadi dengan modal nekadl (belum pernah pegang mesin jahit manual ataupun listrik) saya mengikuti kursus tersebut dengan terseok-seok dan sampai juga di pertemuan ke 30. Fiuh....

Setelah selesai kursus, lalu apa kelanjutannya? Teman-teman yang lain yang notabene memang penjahit tetap meneruskan profesinya dan menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dari kursus bordir.  Sementara saya bukan penjahit, tidak punya mesin jahit apalagi mesin bordir.

Daripada bingung, saya manfaatkan saja tumpukan kain yang ada di lemari, dapat kain drill polos warna gading, transfer gambar, lanjut bordir tangan alias sulam. Jadilah sarung bantal kursi seperti ini dan Ibu saya mengajukan diri untuk mengadopsinya. 

  

 Selanjutnya saya mengerjakan satu proyek sulam lagi yang sedianya akan saya gunakan untuk membuat tas. Tapi mendekati hari ulang tahun ibu, saya berubah pikiran dan menjadikannya sarung bantal lagi untuk diberikan di hari ulang tahun ibu saya.

Kenapa sarung bantal lagi? Karena Ibu saya penderita stroke dan separuh badannya yang sebelah kanan lumpuh, sehingga kesulitan untuk memegang benda. Kalau saya jahit jadi tas tentu tidak terlalu berguna. Jadi karena beliau sering menggunakan bantal kursi sebagai alas meletakkan tangan kanannya ketika beliau dalam posisi duduk menonton TV, maka sarung bantal ini akan sering berada di dekat beliau.









Comments

Popular posts