Founder/Maker

Mila Mariana Wulandari


Pengalamannya dengan penanganan bencana dan pendidikan dasar menuntunnya untuk belajar mengenai pendidikan anak di NTT pada tahun 2008, persis setelah ia menyelesaikan studinya di fakultas sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pengalamanan tersebut dan kecintaannya pada kain nusantara, terutama tenun NTT menjadi inspirasinya untuk mendirikan Moris Diak. Di awal berdirinya, Moris Diak menjadi media untuk mengenalkan budaya NTT pada kedua putrinya, Sekar Indonesiana Rohi Riwu dan Gita Amartha Wahi Rohi Riwu. Moris Diak sekaligus menjadi bentuk apresiasinya kepada karya perempuan penenun di NTT. Belajar mengenai tenun dan mencipta karya dengan menggunakan tenun telah menjadi passionnya yang didukung dengan hobinya bermain warna, benang dan jarum. Mila memulai hobi crafting dan desain secara otodidak. Di sela-sela kesibukannya di Moris Diak, kini Mila menjadi volunteer di Sanggar Anak Alam Nitiprayan Yogyakarta untuk mendampingi seorang sahabat dengan karakter autistik di dalam kelas menjahit. Cita-cita terbesarnya saat ini adalah melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai tenun NTT sehingga dapat meningkatkan apresiasinya kepada para penenun di NTT dan juga pemahamannya dalam mengolah karyanya di Moris Diak.

Comments

Popular Posts