Maria Helena Putri Tamu Ina



Helen, nama panggilannya, saat ini masih mengenyam pendidikan di kelas 2 SMK 6 Yogyakarta. Gadis berdarah campuran Sumba, Manggarai-Flores dan Jogja ini telah melewati usia 17 tahun pada akhir tahun lalu. Jika kedewasaan seorang perempuan di NTT pada zaman dahulu diukur dengan kemampuannya menenun, maka lain pula dengan Helen. Di usianya masih sangat muda, selain untuk mendapatkan dana tambahan untuk kepentingan studinya, dia ingin mengasah kemampuan dan ketrampilan menjahitnya dengan mengambil pekerjaan part-time di Moris Diak. Tentu saja ini kesempatan baik untuk Moris Diak dan juga Helen, karena bisa kembali menyisipkan tentang kesiapan berwirausaha, sekaligus meneruskan memorinya kembali tentang tenun sebagai bagian identitas budayanya karena Helen telah meninggalkan Flores saat usianya jauh lebih muda. Helen saat ini sedang bersemangat menyerap ilmu dan keterampilan agar dapat merintis usaha fashion-nya sendiri begitu ia menyelesaikan pendidikannya.

Comments

Popular Posts